JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Hari ini, cabai rawit, telur, dan daging ayam mengalami kenaikan, sementara daging sapi dan telur ayam kampung turun. Fluktuasi ini memengaruhi pengeluaran rumah tangga sehingga masyarakat perlu memantau informasi secara rutin.
Perubahan Harga Sembako Harian
Pemantauan harga harian membantu masyarakat merencanakan belanja dan menyesuaikan anggaran rumah tangga. Harga sembako seperti beras, gula, minyak goreng, daging, telur, dan bawang memiliki peran penting dalam kebutuhan pokok masyarakat. Berikut rincian harga sembako di Jawa Timur:
Beras Premium: Rp 14.841/kg
Beras Medium: Rp 12.914/kg
Gula kristal putih: Rp 16.542/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.740/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.490/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.483/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.279/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 119.403/kg
Daging ayam ras: Rp 39.236/kg
Daging ayam kampung: Rp 70.036/kg
Telur ayam ras: Rp 29.277/kg
Telur ayam kampung: Rp 45.233/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.493/370 gr
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.316/370 gr
Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.913/400 gr
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.739/400 gr
Garam bata: Rp 1.861
Garam halus: Rp 9.211/kg
Cabai merah keriting: Rp 31.731/kg
Cabai merah besar: Rp 29.701/kg
Cabai rawit merah: Rp 83.696/kg
Bawang merah: Rp 36.283/kg
Bawang putih: Rp 32.268/kg
Gas elpiji: Rp 19.756
Hari ini, cabai rawit naik Rp 599 atau 0,72 persen, telur ayam ras naik Rp 318 atau 1,10 persen, daging ayam ras naik Rp 388 atau 1,00 persen, dan daging ayam kampung naik Rp 689 atau 0,99 persen. Sementara itu, telur ayam kampung turun Rp 1.219 atau 2,63 persen dan daging sapi turun Rp 396 atau 0,33 persen.
Faktor Pengaruh Perubahan Harga
Perubahan harga sembako dipengaruhi banyak faktor yang saling terkait. Permintaan yang meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang menyebabkan harga naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih banyak daripada permintaan, harga cenderung turun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat menurunkan hasil produksi pertanian. Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain juga ikut memengaruhi harga sembako. Selain itu, biaya produksi seperti pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja turut menentukan harga akhir barang pokok.
Dampak Fluktuasi Terhadap Rumah Tangga
Fluktuasi harga sembako berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Kenaikan harga bahan pokok akan membuat anggaran belanja bulanan membengkak. Pemantauan harga harian dan perencanaan belanja menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pengeluaran keluarga.
Masalah rantai distribusi juga memengaruhi ketersediaan dan harga sembako. Kemacetan, pemogokan, atau kendala logistik dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman. Dengan kondisi ini, pasokan di pasar bisa menipis sehingga harga naik sementara.
Peran Pemerintah dan Strategi Menghadapi Fluktuasi
Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan harga sembako. Kebijakan terkait impor, subsidi, dan distribusi logistik dapat membantu menstabilkan harga pasar. Penetapan harga acuan dan monitoring distribusi menjadi langkah strategis untuk mengurangi fluktuasi ekstrem.
Masyarakat juga dapat menyesuaikan pola belanja dengan membeli kebutuhan pokok sesuai prioritas. Pemantauan rutin harga sembako di pasar atau melalui aplikasi resmi membantu mengantisipasi lonjakan harga. Dengan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat, kestabilan harga dapat lebih terjaga dan kebutuhan pokok tersedia untuk semua.