Menkes Pastikan Semua Rumah Sakit di Sumatera Sudah Pulih dan Aman Digunakan

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:46:07 WIB
Menkes Pastikan Semua Rumah Sakit di Sumatera Sudah Pulih dan Aman Digunakan

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi. 

Sebelumnya, operasional 130 rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terganggu akibat bencana yang terjadi akhir November 2025. Pemulihan ini menjadi bukti koordinasi efektif antara pemerintah, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat layanan kesehatan.

Budi menjelaskan, meski sudah beroperasi, beberapa rumah sakit belum optimal dalam pelayanan. Hal ini disebabkan kerusakan pada sejumlah alat kesehatan yang penting. 

"Alat ini juga sudah kita ajukan anggarannya, tapi sambil menunggu, banyak sekali yang melakukan donasi, semua komponen masyarakat, kita silakan langsung," ujarnya.

Kendati demikian, rumah sakit sudah dapat melayani pasien secara umum. Fasilitas kritis seperti ICU, ruang operasi, dan laboratorium mulai berfungsi. Dengan begitu, masyarakat terdampak bencana dapat menerima layanan medis yang dibutuhkan.

Kondisi Puskesmas di Wilayah Terdampak

Selain rumah sakit, puskesmas di Aceh, Sumut, dan Sumbar merupakan fasilitas kesehatan yang paling terdampak. Sebanyak 867 dari total 1.265 puskesmas sempat berhenti total akibat bencana. Perkembangan terbaru menunjukkan tinggal dua puskesmas yang belum pulih, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Budi menekankan, puskesmas yang lebih parah kerusakannya membutuhkan perhatian ekstra. Semua pihak telah bekerja sama memulihkan fasilitas ini. Keterlibatan relawan, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi faktor penting percepatan pemulihan.

Pemulihan puskesmas ini juga berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana yang rusak. Prosesnya mencakup renovasi bangunan, perbaikan instalasi listrik, dan peralatan medis. Langkah ini memastikan puskesmas dapat melayani masyarakat secara maksimal.

Dukungan Masyarakat dan Relawan

Menkes menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan relawan yang terlibat dalam proses revitalisasi. Donasi alat kesehatan dan bantuan logistik banyak membantu fasilitas terdampak. Kolaborasi ini mempercepat pemulihan rumah sakit dan puskesmas.

Selain itu, TNI dan Polri turut mendukung distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terdampak. Dukungan ini memperlancar proses rehabilitasi fasilitas kesehatan. Budi menegaskan, semua pihak bekerja untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan.

Peran komunitas lokal juga menjadi kunci. Mereka membantu membersihkan lokasi terdampak dan memantau perkembangan fasilitas. Keterlibatan aktif ini memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong pascabencana.

Perbaikan Alat Kesehatan dan Infrastruktur

Budi menambahkan, sejumlah alat kesehatan yang rusak telah diajukan anggarannya untuk penggantian. Sementara itu, donasi dari masyarakat segera dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan. Langkah ini memastikan rumah sakit dan puskesmas dapat melayani pasien tanpa penundaan.

Perbaikan mencakup instalasi laboratorium, ruang operasi, dan unit gawat darurat. Selain itu, peralatan medis seperti ventilator dan mesin rontgen juga menjadi prioritas. Dengan perbaikan ini, kualitas layanan kesehatan dapat kembali optimal.

Selain alat, infrastruktur pendukung seperti listrik dan air bersih turut diperbaiki. Hal ini penting agar operasional rumah sakit berjalan lancar. Perbaikan komprehensif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi dampak pascabencana.

Koordinasi Pemerintah dan Strategi Rehabilitasi

Menkes menegaskan koordinasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga terkait berjalan intensif. Strategi ini bertujuan agar semua fasilitas kesehatan terdampak bisa cepat pulih. Dengan koordinasi yang baik, pemulihan rumah sakit dan puskesmas dapat tuntas dalam waktu lebih singkat.

Pemerintah juga mengembangkan sistem pemantauan fasilitas kesehatan pascabencana. Sistem ini membantu mengidentifikasi kerusakan dan menentukan prioritas perbaikan. Dengan data yang akurat, langkah rehabilitasi menjadi lebih terarah dan efisien.

Koordinasi ini juga melibatkan tenaga medis dan staf rumah sakit. Mereka memastikan pelayanan tetap berjalan saat perbaikan berlangsung. Upaya terpadu ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana di masa depan.

Harapan dan Dampak bagi Masyarakat

Pemulihan rumah sakit dan puskesmas berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan masyarakat. Warga terdampak bencana kini dapat mengakses layanan medis tanpa hambatan. Budi berharap fasilitas kesehatan yang pulih dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional.

Selain itu, percepatan rehabilitasi ini menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko bencana di masa depan. Dengan fasilitas yang pulih, masyarakat siap menghadapi potensi bencana berikutnya. Dukungan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pemulihan kesehatan pascabencana.

Budi menutup penjelasannya dengan mengingatkan pentingnya sinergi lintas pihak. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat menjamin keberlanjutan layanan kesehatan. Semangat gotong royong ini diharapkan terus terjaga untuk menghadapi setiap bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Terkini