Kesiapan Bandara Soekarno-Hatta Jadi Kunci Kelancaran Perjalanan Saat Libur Imlek 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:38:14 WIB
Kesiapan Bandara Soekarno-Hatta Jadi Kunci Kelancaran Perjalanan Saat Libur Imlek 2026

JAKARTA - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mempersiapkan diri menyambut lonjakan penumpang pada periode libur Imlek 2026. 

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi jumlah penumpang bisa mencapai 1,7 juta pada 16–17 Februari. Lonjakan ini dipicu berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

General Manager Kantor Cabang Utama Soetta, Heru Karyadi, menyampaikan proyeksi jumlah penumpang akan lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2025.

"Secara kumulatif, trafik Bandara Soekarno-Hatta pada periode tersebut diproyeksikan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025," ujarnya. Peningkatan ini menjadi indikator mobilitas masyarakat yang meningkat jelang momentum keagamaan.

Kesiapan bandara menghadapi lonjakan penumpang menjadi fokus utama manajemen Soetta. Prediksi ini menjadi acuan bagi seluruh unit operasional untuk menyiapkan layanan yang optimal. Perencanaan matang diharapkan membuat pengalaman perjalanan penumpang tetap nyaman dan aman selama periode padat.

Jumlah Penerbangan dan Puncak Arus Penumpang

Pada libur panjang Imlek, jumlah penerbangan diperkirakan mencapai 11.330 pergerakan pesawat. Proyeksi ini menunjukkan peningkatan sekitar tiga persen dari periode sama sebelumnya. Sedangkan jumlah penumpang diperkirakan menembus 1.744.820 orang atau naik empat persen.

Puncak pergerakan diprediksi terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan estimasi 1.111 penerbangan dan 171.094 penumpang. 

"Selain pergerakan penumpang dan pesawat, aktivitas logistik juga diproyeksikan menunjukkan tren peningkatan," kata Heru. Puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, sehingga seluruh persiapan harus mencakup kedua periode ini.

Prediksi jumlah penerbangan dan penumpang menjadi indikator penting bagi pengaturan fasilitas bandara. Kesiapan operasional di terminal, landasan pacu, hingga layanan penumpang harus dioptimalkan. Perencanaan ini menjadi kunci agar bandara dapat melayani mobilitas tinggi dengan lancar dan aman.

Peningkatan Aktivitas Logistik

Selain arus penumpang, Bandara Soekarno-Hatta juga memprediksi adanya peningkatan aktivitas logistik. Pergerakan kargo diperkirakan mencapai 15,63 juta kilogram atau naik dua persen. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya distribusi barang dan kebutuhan logistik masyarakat selama periode libur panjang.

Heru menekankan pentingnya koordinasi seluruh unit operasional untuk menjaga kelancaran distribusi logistik. 

"Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, keamanan, dan keselamatan berjalan optimal agar perjalanan penumpang tetap lancar, aman, dan nyaman," ujarnya. Kesiapan ini mencakup pemantauan pergerakan barang, manajemen gudang, dan pemeliharaan peralatan penunjang logistik.

Peningkatan aktivitas logistik juga berdampak pada pelayanan penumpang. Dengan sistem yang terintegrasi, bandara mampu menyeimbangkan pergerakan penumpang dan distribusi kargo. Hal ini menunjukkan kesiapan Soetta dalam menghadapi kompleksitas operasional pada periode libur panjang.

Persiapan Operasional dan Pelayanan Penumpang

Bandara Soekarno-Hatta menekankan kesiapan operasional yang adaptif dan terukur selama libur panjang. Manajemen memastikan layanan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan berjalan optimal. "Hal ini penting untuk menjaga keandalan layanan dan memastikan pengalaman perjalanan yang baik bagi seluruh pengguna jasa," ucap Heru.

Semua unit operasional melakukan simulasi dan koordinasi intensif menjelang periode padat. Tim teknis menyiapkan fasilitas check-in, boarding, hingga layanan informasi penumpang. Dengan langkah ini, bandara berupaya mencegah terjadinya antrean panjang atau gangguan layanan selama libur Imlek.

Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta juga menghadirkan aktivasi customer experience untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2026. 

Parade barongsai digelar di area terminal sebagai bagian dari upaya menghadirkan suasana hangat bagi penumpang. Kegiatan ini bertujuan membuat pengalaman perjalanan lebih menyenangkan dan berkesan di tengah padatnya trafik.

Imbauan dan Kesadaran Penumpang

Heru mengimbau pengguna jasa untuk datang lebih awal ke bandara. Penumpang juga diminta memastikan kelengkapan dokumen perjalanan dan mematuhi ketentuan yang berlaku. 

"Pengguna jasa juga diimbau untuk datang lebih awal ke bandara, memastikan kelengkapan dokumen perjalanan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku guna mendukung kelancaran proses keberangkatan," jelasnya.

Kesadaran penumpang menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran operasional bandara. Dengan mengikuti aturan dan imbauan, risiko keterlambatan atau gangguan penerbangan dapat diminimalkan. 

Heru menegaskan bahwa sinergi antara penumpang dan manajemen bandara menjadi kunci pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

Kesiapan Soetta menghadapi libur Imlek ini sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan bandara dalam mengelola lonjakan penumpang. Dengan prediksi pergerakan tinggi, penguatan layanan dan kesiapan operasional menjadi prioritas utama. 

Upaya ini diharapkan menciptakan pengalaman perjalanan yang lancar, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.

Terkini