Transjabodetabek Cawang-Cikarang Tingkatkan Mobilitas Harian Masyarakat Lebih Efisien

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:24:45 WIB
Transjabodetabek Cawang-Cikarang Tingkatkan Mobilitas Harian Masyarakat Lebih Efisien

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghadirkan rute baru Transjabodetabek B51, menghubungkan Cawang-Cikarang. 

Rute ini diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah penyangga Ibu Kota. Selain itu, layanan ini dirancang untuk mengurangi kemacetan dari kawasan industri Jababeka menuju Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan langsung jalur ini di Balai Kota Jakarta. Ia menekankan bahwa B51 menjadi bagian dari perluasan jaringan transportasi publik. Kehadiran bus ini bertujuan memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi waktu perjalanan bagi masyarakat.

"Hari ini secara resmi kita sudah membuka Transjabodetabek B51 dari Cawang ke Cikarang," ujar Pramono. "Ini memberikan kontribusi signifikan untuk menghubungkan pergerakan dari Cikarang sampai Jakarta Timur." Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya rute ini dalam mendukung mobilitas harian.

Jadwal dan Tarif Layanan

Rute B51 beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Tarif reguler ditetapkan sebesar Rp 3.500. Namun, penumpang yang menggunakan layanan pada pukul 05.00-07.00 WIB memperoleh tarif khusus Rp 2.000, sehingga lebih terjangkau untuk pekerja pagi hari.

Jam operasional ini dirancang agar penumpang dapat mengandalkan layanan sepanjang hari. Periode jam sibuk diatur dengan headway 10 menit per bus. Sementara pada jam sepi, jarak kedatangan bus mencapai 20 menit, sehingga tetap efisien dan nyaman bagi pengguna.

Transjabodetabek B51 diharapkan melayani lebih dari 1.700 penumpang per hari. Angka ini menunjukkan potensi besar penggunaan transportasi umum di koridor industri. Pemerintah menilai hal ini dapat mendorong pergeseran masyarakat dari kendaraan pribadi ke bus publik.

Armada dan Waktu Tempuh

Pada tahap awal, rute ini dilayani oleh 14 unit bus low entry. Bus tersebut dilengkapi fasilitas modern untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh. Panjang lintasan mencapai sekitar 89 kilometer dengan waktu tempuh 105-108 menit, tergantung arah perjalanan.

Bus low entry dipilih agar lebih mudah diakses oleh semua kalangan. Dengan desain tersebut, penumpang yang membawa barang atau lansia tetap nyaman. Hal ini menjadi salah satu strategi Transjabodetabek dalam meningkatkan kepuasan pengguna.

Selain itu, rute B51 juga memperhatikan keamanan dan ketepatan waktu. Sistem pengaturan headway memastikan tidak terjadi penumpukan bus di satu halte. Semua upaya tersebut diarahkan agar perjalanan tetap lancar dan aman bagi masyarakat.

Titik Pemberhentian Strategis

Sepanjang rute, terdapat 11 titik pemberhentian yang telah ditentukan. Tiga halte berada di wilayah Jakarta, yakni Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. 

Sisanya tersebar di Cikarang dan sekitarnya, mencakup Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arcade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk 7.

Penentuan titik halte dilakukan secara strategis untuk menjangkau kawasan padat aktivitas. Setiap halte dirancang agar penumpang mudah menaiki dan menuruni bus. Selain itu, halte juga dilengkapi fasilitas sederhana untuk kenyamanan pengguna.

Keberadaan 11 halte ini mendukung tujuan utama B51. Yaitu mempermudah akses transportasi publik dari Jakarta ke kawasan industri. Dengan demikian, rute ini mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam mobilitas harian.

Rencana Ekspansi Layanan Transjabodetabek

Pemprov DKI dan Transjakarta tidak berhenti pada rute B51. Mereka juga menyiapkan koridor Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang diharapkan beroperasi sebelum Lebaran. Persiapan dilakukan dengan mematangkan hal-hal teknis dan menambah beberapa halte baru.

"Kami sedang mempersiapkan dan mematangkan. Secara prinsip Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin, tetapi memang akan ada beberapa halte baru yang harus disempurnakan," kata Pramono. Ia menekankan bahwa target utama adalah pelayanan publik optimal sebelum momen Lebaran.

"Nanti, kalau sudah ini, yang jelas target saya, saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan dan juga Transjakarta harus bisa sebelum Lebaran supaya membawa manfaat bagi masyarakat," imbuhnya. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik secara berkelanjutan.

Terkini